Sandal jepit, memang kelas jelata, tapi bisa diajak berjalan jauh, melewati gunung dan lembah. bahkan mungkin sampai ke surga. Lihat anak-anak berjalan jauh dari Ciamis, banyak ibu-ibu menangis, terketuk hatinya. Sepanjang jalan disambut, mistis sekali. Doa-doa dipanjatkan, bahkan space saff terdepan di Monas untuk acara dzikir, doa dan shalat jum’at bersama disediakan khusus untuk santri-santri Ciamis, gara-gara viral sandal jepit.
Dunia santri memang tidak jauh dari sandal jepit, kopiah,
baju koko dan sarung yang sudah bau lecit. Bahkan para ustad dan kyai pun
kadang pakai sandal jepit. Bisa jadi ini keteladanan, walaupun kadang karena
sering muncul ketakutan saat shalat sandal jepit lah yang mudah ketuker. Baik
ukuran, kualitas dan rasanya. Pasangannya sarung lecit yang sangat multi
fungsi, untuk shalat dan selimut saat tidur dan mimpi.
Tentang sandal jepit, bisa juga ini jadi referensi bagi para
jomblo yang gak laku-laku sampe nunggu musim rambutan. Carilah pasangan pemakai
sandal jepit. Hanya sandal jepit yang siap menjalani kehidupan penuh kerikil
dan duri. Sebab, dalam cinta, jalan masih teramat jauh, agar bisa berlabuh di
bahtera rumah tangga.
karena cinta dan rumah tangga adalah perjalanan jauh

Tidak ada komentar:
Posting Komentar