"serpihan-serpihan ingatan mengerumuni pikirannya,
namun tak satu pun yang bertahan lama di benaknya, pikiran dan perasaannya
gundah karena tindakan yang baru saja dilakukannya . . ." (Dostoyevsky:
Kejahatan dan Hukuman, hlm 74)
Dostoyevsky dikenal sebagai guru Leo Tolsyoy, novelis
sekaligus ideolog Komunisme Soviet. lewat novel Kejahatan dan Hukuman, Dosto
mencoba menjelaskan bahwa kejatahan akibat keserakahan kaum berpunya, pemodal,
kelompok borjuis. tokoh utama Raskololnikov merasionalkan kondisi kemiskinan
dan kegagalan kuliah dengan membenci dan ingin melenyapkan kelompok sekarah dan
licik terhadap orang miskin.
konflik batin kemudian terus muncul, se-rasional apapun
alasan kejahatan, bayangan Siberia sebagai simbol hukuman Soviet terus hadir.
hukuman yang betul-betul di rasakan Raskolnikov adalah rasa bersalah, terus
dihantui kejahatan yang dilakukan. dalam puncak kesadaran, orang baik yang
melakukan kejahatan kemudian mampu bertobat dan kembali menjalani kehidupan
normal setelah melewati hukuman.
Dostoyevsky lewat Raskolnikov juga menggugat cara hukum
meletakkan motif kejahatan. orang jahat adalah orang miskin yang melakukan
pembunuhan, melacur, menipu. sedangkan orang besar yang melakukan kejahatan,
selama kepentingan yang menjadi alasan adalah untuk kepentingan orang banyak
bukan merupakan kejahatan, mereka terbebas dari perbuatan jahat.
". . . temperamen seseorang adalah bukti yang cukup
penting dalam suatu tindak kejahatan, dan yang paling mengagumkan dari semua
ini adalah menyaksikan bagaimana si penjahat kehilangan kendali."
puncak kesadaran, permohonan maaf dan memperbaiki diri
muncul setelah hadir sosok Sonia sebagai perwujudan dunia penuh cinta-kasih,
pengampunan dan kesediaan menolong sesama. bisa jadi ini pengalaman
spiritualitas tiap orang yang sudah sampai pada puncak kesadaran.
"Apakah kamu akan meninggalkanku, Sonia?" tanyanya
penuh harap.
"Tidak, tidak, tidak akan pernah!" teriak Sonia.
"Aku akan ikut ke mana pun kau pergi. Mengapa, mengapa
baru sekarang aku tahu? Mengapa kamu tidak katakan itu sebelumnya?"
"Aku sudah ingin mengatakannya."
"Sudahlah ... Sekarang kita harus mencari jalan
keluarnya ... bersama ... kita berdua!" Sonia memeluknya lagi. "Aku
akan ikut meskipun sampai ke Siberia!"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar