Pages

Senin, 07 Januari 2013

Sedikit Tapi Barokah

SAYA berani yakin, jika anak PII ditanya berapa jumlah kader PII sekarang yang dimiliki, pasti tidak bisa menjawab. Organisasi kita memang belum modern. Waktu saya di PW PII Yogyakarta Besar beberapa tahun lalu, juga meyakini bahwa ciri organisasi modern adalah memiliki kejelasan jumlah kader. Itu sudah menjadi standard organisasi modern. Jadi, apakah PII berarti organisasi Tradisional, organisasi imajiner, organisasi terbelakang..??

Tahun 2012, saya coba melakukan pendataan sederhana mengenai jumlah kader yang dihasilkan pada musim training smester I. Tercatat jumlah kader LBT mencapai 1.141 kader, dan jumlah kader LIT tercatat 160 kader. Jadi jika mengacu angka tersebut, partisipasi training sekitar 13,4%. Pertanyaannya, apakah jumlah kader menunjukkan sedikitnya kader PII? Apakah persentase kader menunjukkan kualitas kader PII menurun?

Kembali kepada persepsi modernitas yang harus menjadi standardisasi organisasi. Modernitas selalu ditandai dengan komersialisasi disegala sektor kehidupan. Kencing pun sekarang harus ada uang seribu disaku. Modernitas juga ditandai segala sesuatu diukur dengan yang serba baru dan serba angka-angka. Jadi, jika PII diukur dengan standardisasi modernitas memang sangat tidak layak. Ini problem yang harus dijawab oleh PII. Namun saya coba memberikan perspektif lain tentang standardisasi organisasi.

PII meyakini dirinya sebagai organisasi dakwah. Yang punya tugas mulia mencoba mendidik pelajar sesuai dengan Islam. Tugas mulia ini memang menjadi sangat berat, khususnya ditengah himpitan gelombang modernitas. Nah, parameter sebaiknya bukan pada kenyataan yang menjadi lahan garap PII, tapi pada idealitas, pada dasar dan pada tujuan yang hendak dicapai. Dalam Islam, kita diajari jika kalian sedang mengemban amanah dakwah, maka kunci pertama SABAR. Sabar harus selalu mendasari aktivitas kita di PII. Ini sangat penting ketika kita menghadapi berbagai konflik dan banyak persoalan didalam struktur. Sabar ketika ternyata kader PII sedikit. Karena jumlah bagi Allah Swt bukan masalah. Mau jumlahnya hanya satu atau sejuta itu sama. Intinya apakah kita, tiap diri kader PII sudah melaksanakan amanah mulia, kita memancarkan cahanya keseluruh jagat. Membawa pesan mulia Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam. Bukan sebaliknya, kader PII sering menjadi ancaman bagi seluruh alam.

Cara kedua, dengan selalu ikhlas dan menerima segala kondisi dan kejadian yang ada. Ini bukan berarti sikap fatalis kader PII tanpa ingin melakukan perubahan kondisi. Selama ini kita selalu berkeinginan melakukan perubahan dengan program-program yang diyakini sangat ampuh menyelesaikan problem internal dan eksternal PII. Di PB, PW, PD, dan PK selalu melakukan hal serupa. Sampai-sampai PII dikenal sebagai kader dan organisasi yang sangat ahli membuat konsep, banyak gagasan dan ide. Memang dalam pelaksanaan program banyak yang gagal, persoalannya bukan pada kegagalannya, tapi apakah kita ikhlas terhadap kegagalan yang terjadi. Kita menerima dengan yakin bahwa ada kuasa Allah dalam tiap kejadian. Hal inilah yang tidak pernah kita lakukan, baik dalam keberhasilan dan dalam kegagalan kita ditekankan senantiasa ikhlas menerima.

Memang angka 1141 kader dalam tiap musim training itu angka yang sangat sedikit. Jika dibandingkan dengan jumlah pelajar yang mencapai 40an juta. Kira-kira perbandingannya ya 0,00003. Jadi jika ada 100.000 pelajar, 3 diantaranya kader PII. Nah, saya kira bukan pada jumlah yang kita harapkan jika kita senantiasa sabar dan ikhlas, tapi pada apakah jumlah kader yang kita miliki sekarang membawa barokah bagi PII, bagi umat Islam?

Sedikit yang penting berkah, daripada banyak membawa laknat.. Astaghfirullah..

Tidak ada komentar: