Pages

Rabu, 07 Desember 2016

Lain Ladang, Lain Ikannya..

yang saya ketahui, kenapa bahasa Jawa, atau bahasa politik di Jakarta hari ini cenderung bias, penuh intrik, kamuflase, tidak jelas dan tegas karena sejak zaman nenek moyang kita, bahasa di Jawa itu dekat dengan kekuasaan. jadi, jika salah omong sekecil apapun bisa menyebabkan pembunuhan, tidak hanya dirinya saja, tapi juga keluarga dan anak keturunannya..

lain dengan bahasa di tepi pantai, pusat perdagangan lama, pelabuhan seperti bahasa di Pantura, Pantai Timur Sumatera (Medan), Palembang dan Surabaya,, bahasa yang mereka gunakan cenderung lugas, tegas dan apa adanya.. terbuka dan jujur..

karena bahasa mereka dekat dengan pasar.. jika sedikit saja berbohong bisa gagal transaksi bisnisnya.. jika gagal transaksi bisnis bisa dipancung oleh Raja..

Tidak ada komentar: