Pages

Senin, 07 Januari 2013

JEMBATAN AMPERA

Mentari yang condong ke barat masih tersenyum
Bersama awan yang setia menemani
Anak-anak tertawa
Dan bulan terbatuk-batuk
Mencrat menjadi beledru langit
Riak-riak coklat pelan membelai
Dan besi-besi tua itu telah berakar
Jatuh daun-daun dalam ayunan nurani

Kamu yang telah bercabang disana
Tidak lelahkah berdiri
Atau sedang menagih janji
Pada sekawanan pemilik hati
Yang memilih terus berlari
Yang memilih berlomba dalam bunyi
Yang kadang berhenti
Memijat kaki
Dan memilih dalam sepi
                                               
                                                                                                            29 januari 2011

Tidak ada komentar: